PELAKSANAAN METODE SOROGAN DALAM MEMBACA AL-QUR'AN BAGI SANTRI TPQ TAMAN YASMIN PONTIANAK TAHUN AJARAN 2024-2025

Show simple item record

dc.contributor.advisor Usman, Usman
dc.contributor.advisor Aziz, Abdul
dc.contributor.advisor Sahri, Sahri
dc.contributor.advisor Fathurrosi, Fathurrosi
dc.contributor.author Muhammadiah, Muhammadiah
dc.date.accessioned 2025-08-26T07:30:50Z
dc.date.available 2025-08-26T07:30:50Z
dc.date.issued 2025-07-23
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7536
dc.description.abstract MUHAMMADIAH 11811300, Pelaksanaan Metode Sorogan Dalam Membaca Al-Qur’an Bagi Santri TPQ Taman Yasmin Pontianak Tahun Ajaran 2024-2025, Skripsi : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri Pontianak. Banyak anak masih kesulitan membaca Al-Qur’an dikarenakan keterbatasan ilmu, metode belajar yang kurang tepat, dan waktu yang terbatas. Metode Sorogan dipandang efektif karena bersifat individual, memungkinkan santri belajar sesuai kemampuan masing-masing, sehingga diharapkan membuat pembelajaran membaca Al-Qur’an lebih mudah dan menyenangkan. Penelitian ini difokuskan pada tiga hal utama, yaitu: mendeskripsikan pelaksanaan metode sorogan dalam kegiatan pembelajaran, menilai respon membaca Al-Qur’an santri, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat metode sorogan dalam konteks pembelajaran di TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi terhadap aktivitas dan perangkat pembelajaran. Penelitian dilakukan selama beberapa minggu di TPQ Taman Yasmin, yang memiliki total 39 santri dengan dua kategori halaqoh, yaitu halaqoh Iqro’ dan halaqoh Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode sorogan dilaksanakan empat kali seminggu, pada sore haris. Proses pembelajaran terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu: kegiatan pendahuluan (membaca doa dan pengulangan materi sebelumnya), kegiatan inti (santri membaca secara individual di hadapan ustadz), dan kegiatan penutup (doa bersama dan perapihan ruang kelas). Waktu yang diberikan untuk setiap santri disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Sekitar 60–70% atau 24 dari 39 santri menunjukkan kemampuan pelafalan huruf (makhraj al-huruf) yang tepat serta pemahaman dasar tajwid, sementara sisanya masih berada pada tahap awal pembelajaran. Metode sorogan memiliki faktor pendukung, antara lain: memungkinkan ustadz memberikan bimbingan secara individu, mempererat hubungan antara ustadz dan santri, serta mempercepat proses identifikasi dan koreksi kesalahan bacaan. Namun demikian, terdapat pula beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya efisiensi saat jumlah santri cukup banyak, sehingga dalam praktiknya ustadz terkadang harus memanggil lebih dari satu santri sekaligus untuk menyampaikan bacaan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Pelaksanaan en_US
dc.subject Metode Sorogan en_US
dc.subject Membaca Al Qur’an en_US
dc.title PELAKSANAAN METODE SOROGAN DALAM MEMBACA AL-QUR'AN BAGI SANTRI TPQ TAMAN YASMIN PONTIANAK TAHUN AJARAN 2024-2025 en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account