EVALUASI MODEL CIPP PADA PROGRAM UNGGULAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR`AN (PPTQ) NUSANTARA DAK JAYA SINTANG

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sukino, Sukino
dc.contributor.advisor Nugraha, Muhamad Tisna
dc.contributor.advisor Hasmy, Ali
dc.contributor.advisor Sapendi, Sapendi
dc.contributor.author Asmanah, Asmanah
dc.date.accessioned 2025-08-25T08:59:04Z
dc.date.available 2025-08-25T08:59:04Z
dc.date.issued 2025-08-25
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7513
dc.description.abstract Asmanah, dengan NIM 2224100719, 2022. Evaluasi Model CIPP pada Program Unggulan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur`an (PPTQ) Dak Jaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program unggulan tahfidz sebagai bagian dari upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program unggulan tahfidz Al-Qur’an di PPTQ Nusantara Dak Jaya Sintang Kalimantan Barat melalui pendekatan model evaluasi CIPP yang mencakup evaluasi konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program tahfidz dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya hafal tetapi juga berakhlak baik. Visi dan misi pondok jelas, legalitas formal lembaga telah terpenuhi, dan dukungan masyarakat tergolong tinggi. Pada aspek input, tersedia sepuluh ustaz/ustazah pengajar tahfidz dengan latar belakang pendidikan yang relevan dan kompetensi sebagai hafizh/hafizhah. Rasio pengajar dan santri masih ideal. Sarana dan prasarana seperti ruang tahfidz, kelas tambahan, dan sekitar lima puluh mushaf sudah tersedia, meskipun belum didukung teknologi digital dan bahan ajar tertulis. Pendanaan program berasal dari iuran wali santri, donatur tetap, dan unit usaha pondok. Pada aspek proses, kegiatan tahfidz dilakukan secara terstruktur menggunakan metode talaqqi, tikrar, setoran hafalan harian, muroja’ah, serta simaan mingguan. Evaluasi dilakukan secara berkala, baik mingguan, bulanan, maupun per semester. Kendala yang dihadapi meliputi motivasi santri yang fluktuatif, keterbatasan waktu, serta pengaruh penggunaan gawai. Upaya yang dilakukan pondok antara lain pembinaan disiplin, pendekatan personal, dan pelatihan motivasi. Pada aspek produk, capaian hafalan santri bervariasi, dengan rata-rata capaian antara 2 hingga 5 juz dalam kurun waktu enam bulan. Beberapa santri menunjukkan pencapaian hafalan yang melebihi target, sementara sebagian lainnya masih lambat. Kualitas bacaan dari aspek kelancaran dinilai cukup baik, tetapi dari aspek tajwid, makhraj, dan tartil masih perlu ditingkatkan. Meskipun demikian, sebagian lulusan telah melanjutkan studi tahfidz lanjutan dan ada pula yang menjadi pengajar Al-Qur’an. Santri yang berhasil menyelesaikan target hafalan juga menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject program unggulan en_US
dc.subject tahfidz Al-Qur’an en_US
dc.subject evaluasi CIPP en_US
dc.subject pondok pesantren en_US
dc.title EVALUASI MODEL CIPP PADA PROGRAM UNGGULAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR`AN (PPTQ) NUSANTARA DAK JAYA SINTANG en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account