Abstract:
JULIANTI, Tabayun Persfektif Buya Hamka dan Relevansi Pada Problematika Hoax di Akun Instagram @kaanjeng_rumpiik: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2024.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Tabayun dalam menghadapi hoax; (2) Implementasi tabayun dalam kehidupan sehari-hari; (3) Relevansi tabayun pada problematika hoax di akun Instagram @kaanjeng_rumpiik.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder, yaitu: (1) Sumber data primer berupa tafsir Al Azhar dari Buya Hamka; (2) Sumber data sekunder berupa buku, artikel jurnal, skripsi, dan lainnya yang memiliki relevansi dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah analisis studi pustaka dan dokumentasi. Adapun dalam melakukan analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif.
Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa: (1) Perkembangan teknologi membuat berbagai informasi tersebar dengan cepat dan mudah, sehingga berdampak pada tercampurnya informasi dan hoax di akun-akun sosial media dan untuk menghadapi hoax menurut Hamka, seseorang harus bertabayun terlebih dahulu dengan tidak lekas percaya kepada berita yang dibawa oleh orang lain untuk mencegah penyebaran informasi yang salah dan tidak membahayakan bagi orang yang tidak bersalah. (2) Implementasi untuk menghindari hoax, yakni: berpikir positif dan kritis saat menerima berita yang mengandung unsur provokasi, tidak ikut menyebarkan, dan bertabayun. (3) Relevansi tabayun pada problematika hoax di akun Instagram @kaanjeng_rumpiik ini menjadi langkah pencegahan dari penyakit hati, berburuk sangka bahkan sampai kepada tahap fitnah.