Abstract:
IRA SANTIKA, Pembagian Kerja Divisi Human Capital Masjid Ismuhu Yahya Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Pontianak, 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bagaimana bentuk kerja divisi human capital Masjid Ismuhu Yahya: (2) bagaimana implementasi kerja divisi human capital Masjid Ismuhu Yahya: (3) bagaimana akuntabilitas kerja divisi human capital Majid Ismuhu Yahya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis bentuk kerja, implementasi kerja, dan akuntabilitas kerja dalam organisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan sumber data yaitu informan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pembagian kerja di kepengurusan Masjid Ismuhu Yahya. Teknik analisis data pada penelitan ini adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa: Pembagian kerja dalam suatu organisasi yang diterapkan di Divisi Human Capital Masjid Ismuhu Yahya, bertujuan untuk mengelompokkan dan mendistribusikan tugas serta tanggung jawab berdasarkan keahlian spesifik agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efisien dan efektif, serta mendukung pengembangan dan kinerja karyawan. Bentuk Kinerja di Divisi Human Capital Masjid Ismuhu Yahya diukur berdasarkan dua dimensi utama, yaitu kualitas dan kuantitas, di mana kualitas mencakup seberapa baik tugas dilaksanakan dengan akurasi dan dampak yang positif terhadap tujuan organisasi, sementara kuantitas mengukur volume pekerjaan yang diselesaikan dalam periode tertentu dengan efisiensi yang tinggi untuk mendukung kelancaran operasional dan pengelolaan sumber daya manusia. Akuntabilitas kerja di Divisi Human Capital Masjid Ismuhu Yahya mencakup tanggung jawab setiap individu dan divisi untuk memastikan bahwa tugas yang diberikan dilaksanakan dengan transparansi, ketepatan waktu, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, yang dievaluasi melalui pertemuan bulanan (MBR) dan rapat kerja tahunan (Raker) untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi.