Abstract:
FAYZA RIDHOHATIN, Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Puskesmas Siantan Tengah Pontianak: Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Jurusan Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025
Hampir setiap orang akan mengalami penuaan dan penuaan ini merupakan kejadian yang sering terjadi. Orang dapat di katakan lansia ini ketika memasuki usia 60 tahun keatas, (Hurlock, 2024). Menurut Gonollen dan Bloney dalam Muzdalifah (2009) menyatakan Dukungan sosial biasanya merupakan gambaran peran atau pengaruh orang-orang penting atau orang-orang terdekatnya, seperti keluarga, teman, saudara, dan kolega (Santoso, 2021). Dukungan sosial keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat menumbuhkan kebermaknaan pada lansia. Orang tua yang lansia tentunya sangat membutuhkan dukungan social yang diberikan oleh orang disekitarnya, agar ada kebermaknaan hidup yang diharapkan oleh orang tua lansia tersebut. Untuk saat ini dukungan anak, kerabat, dan orang sekitar sangat berpengaruh pada lansia, maka dari itu peneliti bisa mengambil judul pada penelitian ini terkait hubungan antara dukungan sosial keluarga terhadap kebermaknaan hidup lansia di siantan tengah.
Tujuan penelitian Dari rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan tujuan dari penelitian ini secara umum ialah untuk mengetahui “hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kebermaknaan hidup pada lansia di siantan tengah”. 1. Mengetahui seberapa besar dukungan keluarga terhadap kebermaknaan hidup lansia di siantan tengah 2. Mengetahui seberapa besar kebermaknaan hidup terhadap lansia disiantan tengah 3. Mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga terhadap kebermaknaan hidup lansia di Siantan Tengah.
Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah lansia dipuskesmas dalam program posyandu lansia. Riset ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif korelasi, Hasil dari penelitian ini adalah koefisien korelasi (r) sebesar 0,420 dengan nilai signifikansi 0,000 (p0,01), yang berarti ada hubungan dari dukungan sosial keluarga dengan kebermankanaan hidup lansia,dari hasil tersebut diketahui jika korelasi pada kedua variabel berarah positif. Bersadarkan nilai korelasi berada pada kisaran 0,04 – 0,599 sehingga dapat dikatakan hubungan antara kedua variabel tersebut berada pada Tingkat yang cukup.Maka dari itu sesuai dengan hipotesis yang telah diajukan peneliti maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Kategori kedua variabel cukup, artinya semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi pula kebermaknaan hidup pada lansia di Puskesmas Siantan Tengah. Namun sebaliknya, jika dukungan sosial keluarga rendah maka rendah pula kebermaknaan hidup pada lansia diPuskemas Siantan Tengah.