Marketing Syariah Pada Pedagang Kuliner Etnis Tionghoa Di Kota Pontianak

Show simple item record

dc.contributor.advisor Prihantono, Prihantono
dc.contributor.advisor Luqman, Luqman
dc.contributor.advisor Ruslan, Ismail
dc.contributor.advisor Yulia, Yulia
dc.contributor.author Halimah, Halimah
dc.date.accessioned 2025-01-30T01:57:03Z
dc.date.available 2025-01-30T01:57:03Z
dc.date.issued 2024-05-03
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/5828
dc.description.abstract Halimah, dengan Nim 2224200111, 2022. Marketing Syariah Pada Pedagang Kuliner Etnis Tionghoa Di Kota Pontianak. Dalam konteks pedagang kuliner, maraknya penggunaan marketing syariah dapat dipahami sebagai respons terhadap peningkatan kesadaran akan prinsip-prinsip syariah dalam berbisnis. Pedagang kuliner melihat nilai tambah dalam menerapkan prinsip-prinsip syariah pada pemasaran mereka, sebagai respons terhadap peningkatan kesadaran akan kehalalan dan kepatuhan syariah dalam produk makanan dan minuman. Selain itu, maraknya belanja online juga membuat pedagang konvensional merasa perlu untuk menyesuaikan strategi marketing mereka. Termasuk menggunakan prinsip-prinsip syariah agar tetap bersaing dan mampu bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif khususnya dikalangan di sektor kuliner. Tujuan penelitian untuk menganalisis marketing syariah pada pedagang kuliner etnis Tionghoa di Kota Pontianak dengan lebih memfokuskan pada strategi marketing syariah yang diterapkan oleh pedagang kuliner, respon konsumen terhadap marketing syariah yang diadopsi oleh pedagang kuliner dan dampak pada praktik dagang, citra bisnis, dan hubungan antara pedagang dengan konsumen (pelanggan). Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan dikampung pecinaan baru, yaitu di jalan Gajahmada dan sekitarnya. Subjek penelitian ini yaitu kelompok pedagang kuliner etnis Tionghoa. Dengan Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa marketing yang diterapkan oleh pedagang kuliner etnis tionghoa di kota Pontianak tidak membeda-bedakan (Undifferentiated Marketing). Dalam strategi ini pedagang kuliner menganggap pasar sebagai xviii suatu keseluruhan, sehingga mereka hanya memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum. Namun guna meningkatkan penjualan, pedagang juga menerapkan strategi posisi pasar (positioning) atau yang sering disebut strategi merebut posisi dibenak konsumen, sehingga menyangkut bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi pelanggan. Dikemas dalam bauran pemasaran (marketing mix 7P) dan strategi marketing syariah. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Marketing Syariah en_US
dc.subject Pedagang kuliner en_US
dc.subject Etnis Tionghoa en_US
dc.title Marketing Syariah Pada Pedagang Kuliner Etnis Tionghoa Di Kota Pontianak en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account