Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesesuaian dan pengabaian
prinsip ekonomi syari’ah dalam kebijakan distribusi anggaran di Institut
Agama Islam Negeri Pontianak. Metodologi penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis
tematik, dengan mengekstrak pola dan tema yang relevan dari
wawancara. Temuan penelitian menunjukan bahwa, pertama dalam
implementasi kebijakan distribusi anggaran terdapat fakta-fakta
kesesuaian dan pengabaian prinsip keadilan (tawadzun/equilibrium),
prinsip pengendalian (amar ma’ruf nahi munkar /deviation control) dan
prinsip pertanggung jawaban (mas’uliyah/responsibility) sebagai
prinsip ekonomi syari’ah. Kedua, karakter leadership yang
mengedepankan prinsip keadilan (tawadzun/equilibrium), prinsip
pengendalian (amar ma’ruf nahi munkar) dan prinsip pertanggung
jawaban (mas’uliyah/responsibility) akan mampu membangun
tatakelola penganggaran yang lebih mengedepankan transparansi,
partisipasi serta komunikasi yang kuat dan aksesbilitas yang luas bagi
seluruh level pimpinan sehingga menjadi fondasi terpenting dalam
kebijakan distribusi anggaran. Sebaliknya, lemahnya fondasi ini akan
menjadi faktor terjadinya pengabaian prinsip-pribnsip ekonomi
syari’ah. Ketiga, dampak atas pengabaian prinsip-prinisp ekonomi
syari’ah dalam kebijakan distribusi anggaran ; terbentuknya iklim
organisasi yang tidak sehat yang disebabkan distrust dan prejudice,
potensi temuan adminsitratif dan kerugian belanja negara, dan dampak
terbesarnya pencapaian visi dan misi institusi sulit tercapai jika semakin
lemahnya pengendalian program yang idealnya menjadikan RIP dan
rencana strategis sebagai acuan utama.