Abstract:
Yumna Ula Wahdatunnufus (12009017), Pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam Tradisi Tanggal Pusat pada Bayi di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2024.
Di Indonesia, berbagai tradisi berkembang sebagai respons terhadap Al-Qur’an, termasuk tradisi tanggal pusat pada bayi di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Tradisi ini unik dan berbeda dari puput puser di Betawi atau puputan di Jawa. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi ini dengan pendekatan Living Qur’an.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Prosesi pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi tanggal pusat pada bayi di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang; 2) Motivasi masyarakat terhadap pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi tanggal pusat pada bayi di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang; 3) Harapan masyarakat terhadap pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi tanggal pusat pada bayi di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial. Sumber data menggunakan sumber data primer berupa hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat Kelurahan Kantor, yang terdiri dari orang tua bayi, tokoh agama, tokoh masyarakat, ahli budaya, serta masyarakat yang pernah mengadakan tradisi tanggal pusat. Sedangkan sumber data sekunder berupa dokumentasi prosesi pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi tanggal pusat pada bayi di Kelurahan Kantor, buku, jurnal, dan literatur lainnya.
Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa: 1) Prosesi pembacaan Surah Yusuf atau Surah Maryam dalam tradisi tanggal pusat di Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang dilakukan dalam waktu antara tiga hingga sepuluh hari setelah tali pusat bayi lepas. Prosesi ini terdiri dari pembacaan surah, pemberian nama bayi (tasmiyah), doa untuk air tolak bala, makan bersama, dan diakhiri dengan pembacaan shalawat; 2) Motivasi masyarakat dalam melaksanakan tradisi ini diklasifikasikan berdasarkan pada tiga kebutuhan menurut teori motivasi Abraham Maslow, seperti kebutuhan rasa aman, sosial, dan aktualisasi diri; 3) Harapan masyarakat dari tradisi ini diklasifikasikan berdasarkan pada dua faktor yang memengaruhi menurut Weil, seperti kepercayaan religius dan dukungan sosial.