Abstract:
Amiruddin (11916058) Penerapan Laporan Keuangan Berbasis SAK EMKM
Pada Usaha Budidaya Ikan Nila Tambelan Sampit Di Kecamatan Pontianak Timur,
Kota Pontianak. Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2024
Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan Standar Akuntansi Keuangan
Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam mengelola keuangan
usaha kecil. UMKM berperan signifikan dalam ekonomi, tetapi sering menghadapi
tantangan seperti pengelolaan keuangan yang kurang optimal. Berdasarkan hasil
survei awal pada usaha budidaya ikan nila di Pontianak, ditemukan bahwa
pencatatan keuangan masih sederhana, dengan laba dihitung secara manual dan aset
digambarkan melalui benda berwujud, bukan nominal.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengukuran dan penyajian
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM)
pada laporan keuangan UMKM Pembudidayaan Ikan Nila Tambelan Sampit di
Kecamatan PontianakTimur, Kota Pontianak. 2) mengetahui penerapan Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) UMKM
Pembudidayaan Ikan Nila Tambelan Sampit di Kecamatan Pontianak Timur, Kota
Pontianak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun sumber data yang
digunakan yaitu data primer yang bersumber dari wawancara langsung bersama
pemilik usaha ikan nila di Tambelan Sampit dan data skunder berasal dari berbagai
literatur, seperti jurnal ilmiah, buku teks akuntansi, serta dokumen-dokumen yang
berkaitan dengan penerapan SAK EMKM. Teknik pengumpulan data yang
digunakan ialah Observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis
melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) laporan keuangan UMKM pada
usaha ikan nila di Tambelan Sampit masih menggunakan pencatatan manual yang
sederhana, seperti mencatat biaya produksi seperti bibit, pakan dan hasil panen
tanpa menggunakan perangkat atau sistem akuntansi formal. Standar akuntansi
yang diatur oleh SAK EMKM belum sepenuhnya diterapkan, baik dalam hal
pengukuran aset maupun penyajian laporan keuangan. 2) Laporan keuangan hanya
fokus pada perhitungan keuntungan setelah panen dan modal, tanpa memperhatikan
rincian biaya operasional lainnya atau pencatatan aset tetap.