MUNAFIK MENURUT TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sahri
dc.contributor.advisor Abdul Jabbar, Luqman
dc.contributor.author RUSMAWATIK
dc.date.accessioned 2022-09-23T01:51:26Z
dc.date.available 2022-09-23T01:51:26Z
dc.date.issued 2020-04-21
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/1075
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ayat-ayat munafik yang terdapat dalam Surah An-Nisa> beserta konteksnya dan (2) Term munafik menurut M. Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif literal berupa library research, dengan metode tafsir tematik. Sumber data primer berupa Tafsi>r Al-Misbah dan buku M. Quraish Shihab lainnya, sedangkan data sekunder yakni buku referensi dan jurnal. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ayat-ayat munafik terdapat pada Surah An-Nisa> sebanyak 6 kali sesuai beserta konteksnya yaitu : penolakan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya, orang munafik yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya, larangan untuk duduk bersama orang yang mencela agama islam, tipuan Allah terhadap orang munafik, dan ancaman siksaan Allah kepada orang munafik berada pada tingkatan yang paling bawah. (2) Munafik menurut penafsiran M. Quraish Shihab dalam surah An-Nisa> dalam Tafsir Al-Misbah yaitu: Pertama, mengajak untuk menerima Al-Quran dan Syari‘at yang diturunkan Allah dan kemudian yang dijelaskan oleh Rasul-Nya. Sehingga dengan demikian bukan penolakan yang akan kita terima melainkan tunduk dan patuh terhadap kandungan kitab suci yang diturunkan Allah melalui RasulNya. Kedua, orang munafik menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya mereka tidak akan dapat petunjuk Allah, karena barang siapa ditakdirkan sesat oleh Allah, maka sedikitpun mereka tidak akan mendapatkan petunjuk. Ketiga, orang munafik seperti sejenis tikus, yang membuat dua lubang. Ada lubang yang di sana, dan juga ada yang di sana. Kalau ia ditemukan di sana ia lari ke sana, kalau ditemukan di sana ia lari ke sini. Itu sebabnya lantasnya kita berkata orang munafik bermuka dua. Keempat, larangan kita duduk bersama orang munafik, sampai mereka berbicara yang lain. Kelima, ketika orang munafik bangkit untuk shalat mereka malas, mereka melakukannya dengan pamrih kalau ada orang ia shalat, kalau tidak ada orang dia tidak shalat. Ia hanya tampak sedikit berdzikir kepada Allah kalau ada yang melihat. Keenam, orang munafik akan berada di dalam nereka Jahannam pada tingakatan yang paling rendah. dan mereka tidak akan menemukan penolong yang dapat menolong mereka dari siksaan neraka. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Munafik en_US
dc.subject M. Quraish Shihab en_US
dc.subject Al-Misbah en_US
dc.title MUNAFIK MENURUT TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB en_US
dc.title.alternative Studi Tematik dalam Surah An-Nisa en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account