REZEKI DALAM AL-QUR’AN PADA TAFSIR AN-NUR KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY

Show simple item record

dc.contributor.advisor Abdul Jabbar, Luqman
dc.contributor.advisor A.R., Nurmy
dc.contributor.author SUMADI, ASEP
dc.date.accessioned 2022-09-20T07:33:50Z
dc.date.available 2022-09-20T07:33:50Z
dc.date.issued 2020-09-22
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/1052
dc.description.abstract Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkap: (1) untuk mengetahui ayat apa saja yang mengandung kata rezeki dalam al-Quran dan derivasinya dan, (2) untuk mengetahui penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy tentang rezeki dalam al- Quran pada tafsir An-Nur. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder, data yakni Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy, serta Mujam Mufah}ra>s li< al-Fadz al-Qura>n. kemudian data sekunder adalah buku-buku dan jurnal-jurnal tentang rezeki dalam al-Qur’an Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Kata Rezeki dalam al-Quran dan derivasinya disebutkan sebanyak 122 kali 32 term dalam 110 ayat yakni Razaqaqum, Razaqna<kum, Razaqna<hu, Razaqna<hum, Razaqahum, Razaqani<, Tarzuqu, Tarzuquka, Narzuququm, Narzuquhum, Yarzuqu, Yarzuququm, Layarzuqannahum, Yarzuqhu, Arzuq, Arzuqna<, Arzuqhum, Arzuqu<hum, Ruziqna<, Ruziqu<, Turzaqa<nihi<, Yurzaqu<na, Rizqun, Rizqan, Rizququm, Larizquna<, Rizquhu<, Rizquha<, Rizquhum, Rizquhunna, Raziqi<na, dan Ar-Razza<q. 2) Hasbi Ash-Shiddieqy menafsirkan kata rezeki dalam al-Quran dengan berbagai macam makna diantaranya, diantaranya adalah Pemberian Allah yang ditentukan baik di langit maupun di bumi, serta pemberian Allah pada saat hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Di langit misalnya turunnya hujan untuk menyuburkan tanaman. Sedangkan di bumi misalnya makanan pokok seperti dari hewan dan tumbuhan, buah-buahan, dan lain-lain. Selanjutnya pemberian-Nya saat di dunia seperti harta, kekayaan, kehormatan, kemewahan, dan lain-lain bagi orang-orang beriman maupun orang-orang kafir. Perbedaannya adalah orang-orang diberi Allah dengan hal tersebut sebagai bentuk ujian baginya, sedangkan orang-orang kafir diberi- Nya dengan hal tersebut sebagai bentuk istidraj. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Rizki, al-Quran en_US
dc.subject Hasbi Ash-Shiddieqy en_US
dc.subject Tafsir An-Nur en_US
dc.title REZEKI DALAM AL-QUR’AN PADA TAFSIR AN-NUR KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account