Abstract:
Belajar dari sejarah Karun dan Firaun bertujuan agar tidak mengulangi
perilaku jahat mereka. Mereka kehilangan kontak kesadaran diri kepada Tuhan
disebabkan kesombongan ego. Ternyata, kesombongan tidak hanya membuang
kesadaran bahwa manusia memiliki sisi terang dan gelap, namun manusia
sombong juga tidak menyadari bahwa kehidupan ialah antre menunggu jadwal
kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Jabatan, kekayaan, investasi,
saham, obligasi, keluarga, dan anak-anak yang diharapkan bantuannya di hari tua
justru lebih banyak menuai kecewa dan kecaman.
Dalam perjalanan manusia, tidak sedikit yang tertipu oleh atribut duniawi.
Sebab mata zahir memandang apa yang tampak nyata, lalu segera menilai. Mata
hanya ingin memandang yang manis sesuai standarnya, sehingga banyak yang
tertipu. Telah difirmankan oleh Allah SWT: "Kehidupan dunia dijadikan terasa
indah bagi orang-orang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman.
Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat.
Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."
(Q.S. Al-Baqarah: 212).