Abstract:
BAGAIMANA supaya cinta kepada Allah SWT selalu lestari dan cinta kepada
Rasulullah SAW senantiasa hadir di hati? Karena cinta orang-orang yang beriman adalah cinta
yang sangat mendalam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Telah sering ditulis dalam kitab-kitab Tasawuf mu'tabarah, tidak ada wujud yang lebih
dekat dan lekat dengan manusia kecuali Allah SWT dan Rasulullah SAW. Lalu, bagaimana cara
menjelaskan kedekatan dan kemelekatan tersebut, meskipun banyak ayat Alquran dan Hadis
yang menyatakan kedekatan manusia dengan kedua-Nya. Namun banyak yang belum
memahami, belum menyadari. Disamping doktrin bahwa manusia sebaik-baik bentuk kreasi
Tuhan? Dikenal dalam kitab Tasawuf dari abad ke abad, sungguh alam semesta tercipta dari nur
Muhammad. Nur Muhammad dari sir (rahasia) Allah SWT. Bila ini dipahami dengan benar,
ketiga skuadron yang tak terpisah, Allah, Muhammad, Adam (manusia). Terhimpun pada diri
sejati (Allah). Dalam firman: "Maka, kemanakah kamu akan lari? (fa-aina tadzhabun). Jika
seluruh yang kamu pandang adalah ayat atau peringatan dari Allah dan Rasulullah untuk seluruh
alam semesta. Bagi siapa yang menghendaki jalan lurus. Dan tiadalah kehendak mereka, kecuali
atas kehendak Allah, Tuhan pemelihara semesta. (At-Takwir:26-29)."