ARTIKEL OPINI PERKEMBANGAN TASAWUF LINTAS GENERASI (Al-Muhasibi, Al-Ghazali, Al-Iskandari)

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T08:01:31Z
dc.date.available 2026-10-07T08:01:31Z
dc.date.issued 2026-09-14
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9771
dc.description.abstract MATA rantai ilmu keislaman (sanadiyah) yang tak terputus dari generasi ke generasi menunjukkan ajaran yang otentik. Otentisitas ajaran Islam yang bebas dari intervensi manusia. Ajaran tauhid yang bersumber dari Alquran dan Hadis yang diriwayatkan secara mutawatir. Mutawatir artinya dalil agama diterima dari Rasulullah kepada orang banyak. Orang banyak tersebut meriwayatkan dan disampaikan kepada orang banyak pula. Sehingga tidak terdapat kekeliruan pada dalil. Baik dipandang dari segi sanad, rawi maupun matan. Tiga tokoh guru tasawuf dunia yang akan dibahas pada artikel kali ini, Imam Al-Haris bin Asad Al-Muhasibi (wafat: Irak, 243 Hijriah), Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali (wafat: Iran, 505 Hijriah), Imam Ahmad ibnu Atha'llah Al-Iskandari (wafat: Mesir, 709 Hijriah). Mereka dikenal sejak dari dahulu, sekarang dan akan datang karena meninggalkan rekam jejak keilmuan berupa tulisan. Karya monumental mereka sangat banyak, berjumlah puluhan sampai ratusan judul buku (kitab). Bertebaran karya beliau di seluruh dunia belahan timur-barat, utara-selatan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI PERKEMBANGAN TASAWUF LINTAS GENERASI (Al-Muhasibi, Al-Ghazali, Al-Iskandari) en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account