ARTIKEL OPINI JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T07:53:18Z
dc.date.available 2026-10-07T07:53:18Z
dc.date.issued 2026-09-08
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9767
dc.description.abstract MARAH sering sebagai pelampiasan rasa benci, dengki, merasa lemah menghadapi ujian, merasa gagal dan tidak berharga. Terlebih marah yang bukan karena Allah merupakan tanda ketidak-berimanan seseorang kepada takdir baik dan buruk dari-Nya, minimal jiwa terombang-ambing. Sebagian besar marah disebabkan oleh faktor terganggunya emosi, harapan, cita-cita, kehendak pribadi yang menginginkan cetak biru (blueprint) bagi orang lain, termasuk keluarga. Supaya orang lain sama sukses seperti dirinya. Apalagi ibarat memakaikan baju sendiri ke ukuran badan orang lain. Sungguh sebuah penilaian sepihak yang tidak adil. Bukankah setiap orang memiliki stories perjalanan hidup yang berbeda-beda. Ibarat nabati, ada masa tumbuh, kembang, mekar, berbunga, berbuah, tua, layu, tumbang, lapuk dan akhirnya mati. Sunnatullah yang pasti berlaku pada semua makhluk hidup. Kehidupan pasti akan berakhir dengan kematian. Adapun kematian bagi manusia di dunia adalah awal kehidupan di akhirat. Dengan penciptaan baru, alam, bumi dan langit yang berbeda dari dunia. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI JIWA TEROMBANG-AMBING KARENA TIDAK YAKIN TERHADAP ZIKIR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account