Abstract:
PERNAH menembus 800 angka polusi udara berkategori sangat berbahaya. Bukan tidak
beralasan, logika kebakaran hutan dan lahan se-Kalimantan menyebabkan sesak nafas, iritasi
pada mata, tubuh lemah karena dehidrasi. Derita itu sedang dirasakan oleh penduduk pulau
Kalimantan, bumi dan langit, flora dan fauna. Kapan akan berakhir?
Kini, sifat angkara murka sudah aktif bersimahraja-lela. Dari kalangan papan atas hingga
bawah. Sebuah negeri, sudah sering Tuhan peringatkan orang-orang kaya untuk tunduk-patuh
kepada-Nya, memerhatikan nasib kaum fakir-miskin. Tapi mereka malah berlomba-lomba
menikmati dunia, berpoya-poya dengan dosa, berpesta-pora di atas penderitaan, kelaparan,
kehausan "wong cilik." Mereka menggadaikan tulang, keringat, air mata, tenaga dan darah rakyat
kecil. Ketika mereka sudah melampaui batas. Maka berlakulah kebenaran hukum Kami. Kami
hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, mereka tidak akan pernah mendapatkan
seorang penolongpun selain Allah SWT.