ARTIKEL OPINI SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T07:39:20Z
dc.date.available 2026-10-07T07:39:20Z
dc.date.issued 2026-09-08
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9761
dc.description.abstract MASYARAKAT Pontianak, Kubu Raya, Mempawah dan sekitarnya, tentu pernah mendengar nama Tuan Guru Haji Ibrahim bin Haji Basir. Bukan sebatas nama, tapi perjuangan beliau yang tak kalah penting dalam ikut merebut dan mengisi kemerdekaan. Terutama kiprah di bidang pendidikan Islam, sosial dan dakwah santun, harmoni saling asah, asih dan asuh. Jejak ulama Guru Haji Ibrahim yang akrab dipanggil Guru Braem tidak terlepas dari peran utama Guru Haji Ismail Mundu bin Daeng Haji Abdul Karim. Seakan kedua nama mereka tidak terpisah. Bukan sebatas hubungan guru-murid. Namun lebih daripada itu, hubungan orang tua dengan anak yang paling disayangi. Guru Ibrahim inilah yang terus melanjutkan cita-cita Guru Haji Ismail Mundu di kawasan yang pernah dirintis. Dalam rangka menyebarkan ajaran dan mengembangkan sayap dakwah. Membuka lahan dakwah baru wilayah Sungai Ambawang dan sekitar, tepatnya di Desa Durian. Mengikuti jejak guru dalam pemikiran, perjuangan dan kiprahnya. Kesatuan tiga ajaran yang tak terpisah, tauhid, fikih dan tasawuf. Tauhid mengajarkan keesaan Allah, fikih memuat hukum dan tasawuf mengedepankan adab dan akhlak. Akhlak kepada Allah, manusia dan alam semesta. Beliau juga mengajar Alquran di semua elemen masyarakat. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI SATU ABAD MASJID MIFTAHURRIDHA BUKTI JEJAK PERJUANGAN ULAMA: TUAN GURU HAJI IBRAHIM BASIR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account