Abstract:
TIDAK ada satu makhluk di dunia ini yang sanggup memahami sifat Allah secara pasti.
Kecuali refleksi dari sifat-Nya atau dampak dari kerja sifat-Nya yang agung (atsar min
shifatillah). Ibarat pusat matahari yang memiliki cahaya panas dahsyat. Namun pengaruhnya
terasa sehat setelah melalui milyaran mil dan melalui saringan tujuh lapis atmosfer. Sehingga
sewaktu sampai ke bumi dengan panas takaran toleransi terhadap suhu bumi yang sesuai untuk
kehidupan manusia, flora dan fauna mewujud. Pengaruh cahaya matahari tidak membakar,
tidak mematikan. Namun justru menghangatkan, menghidupkan. Bukti sifat kuasa Tuhan
terhadap semesta dan kemanusiaan. Guna terlahir dan terhadir kehidupan yang aman, damai,
sejahtera, serasi, selaras, seimbang dan sejiwa.