MENGIMANI ALLAH DALAM SIFAT JAMAL DAN JALAL

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T06:14:51Z
dc.date.available 2026-08-27T06:14:51Z
dc.date.issued 2026-08-03
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9610
dc.description.abstract Mesti dipahami, Dia yang maha memulai tidak bisa diperintah oleh siapapun jika Dia belum mau memulai. Dia maha menahan karunia (menutup tangan-Nya), niscaya tidak ada seorangpun yang sanggup membuka tangan-Nya. Bagaimanapun seseorang dikehendaki berubah, tapi kalau Dia belum memberi restu, tidaklah seseorang berubah sampai Tuhan berkehendak merubah. Sebab sifat manusia ialah lemah dalam kehendak ('ajuz). Memaksakan sesuatu yang belum tiba waktu takdir baik bagi seseorang, tidaklah ia dan orang lain sanggup memaksakan takdir baik itu datang. Sebaliknya, bagaimanapun bagi seseorang yang telah ditakdirkan dengan takdir buruk, tiada seorangpun yang sanggup menghalangi ketibaannya. Artinya, sifat jamal Tuhan yang datang dan pulang dalam kehidupan manusia sesuai dengan takdir yang sudah ditetapkan-Nya di masa azali. Sifat jalal Tuhan bila datang, sungguh tidak bisa dibendung, tidak dapat ditahan oleh siapapun. Perlakuan jamal dan jalal-Nya pasti terjadi. Misal, Dia memberikan jamal-Nya dalam arti rahmat kepada Nabi Musa 'alaihissalam dan memaksanya untuk masuk surga. Karena petunjuk-Nya supaya Nabi Musa 'alaihissalam berada di jalan kebenaran. Dia memberikan jalal-Nya dalam arti siksa yang pedih kepada Fir'aun. Memaksa Fir'aun untuk masuk neraka, karena memilih kesesatan daripada petunjuk. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title MENGIMANI ALLAH DALAM SIFAT JAMAL DAN JALAL en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account