DARI ADA SUARA SAMPAI TIDAK ADA SUARA

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T06:10:55Z
dc.date.available 2026-08-27T06:10:55Z
dc.date.issued 2026-07-27
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9608
dc.description.abstract Ketidakpahamaan yang terlebih dahulu diawali oleh kaji diri. Setelah paham barulah terbit rasa. Paham dan rasa diasah bertahun-tahun barulah keduanya kosong. Namun arti kosong yang telah diketahui lewat kaji diri. Bukan merasa kuat tapi sebenarnya lemah. Bukan merasa mulia tapi sebenarnya hina. Bukan merasa suci tapi sebenarnya kotor. Bukan merasa diri sehat tapi sebenarnya sakit. Bagi orang yang telah sampai ke ruang kosong tersebut, kuat dan lemah, mulia dan hina, suci dan kotor, sehat dan sakit, mereka semua merupakan dualitas yang sengaja dibuat untuk menguji manusia. Kosong inilah jalan pulang yang jika seseorang telah disimulasi oleh Allah melalui sakit, kekurangan jiwa dan harta, ketakutan, kecemasan. Bila sanggup memetik hikmah, itulah harta yang paling berharga dan hiasan diri beruntung. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title DARI ADA SUARA SAMPAI TIDAK ADA SUARA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account