BERSIKAP BIJAK DALAM MENGHADAPI TAKDIR BAIK DAN BURUK

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T05:51:58Z
dc.date.available 2026-08-27T05:51:58Z
dc.date.issued 2026-07-27
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9606
dc.description.abstract TIDAK begitu peduli, tidak mau merenung apabila yang datang dalam hidup selalu kesenangan, kelapangan, kesehatan seperti Fir'aun. Tiga ratus tahun usianya, Fir'aun tidak pernah merasakan sakit meskipun batuk ringan. Sehingga Fir'aun mengatakan: "Akulah Tuhanmu yang maha tinggi. Negeri Mesir dan sungai Nil berada di bawah telapak kaki-ku." Kesenangan membuat orang lebih banyak lupa diri, ketika jalan hidup mulus bak bertabur-bunga di kanan kiri. Ibarat selalu berjalan santai di atas karpet merah. Tapi ketika terjungkal oleh batu kerikil, ketahanan mental diri langsung rapuh. Seakan bumi terasa gelap dan langit terasa hancur. Tatkala ditimpa kemalangan sedikit, raga dan jiwa tumbang. Seakan masa depan untuknya terhenti dan mati. Artinya, bukan ia yang mengendalikan emosi, namun emosi yang mengendalikan dirinya. Pengaruh negatifnya adalah kecewa, putus asa, marah, menyalahkan diri dan orang lain. Orang yang sedang dalam keadaan marah, sungguh kelapanya dipermainkan syaitan. Jadilah ia pengikut syaitan dengan mengamuk, membanting, memukul, me en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title BERSIKAP BIJAK DALAM MENGHADAPI TAKDIR BAIK DAN BURUK en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account