ENAM SYARAT BATIN SALAT KHUSYUK

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T05:23:09Z
dc.date.available 2026-08-27T05:23:09Z
dc.date.issued 2026
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9597
dc.description.abstract IMAM Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (wafat: Iran, 1111 M) menulis kitab Ihya Ulumuddin dalam bab Ash-Shalah. Beliau menerangkan salat selain harus terpenuhi syarat rukun secara syariat (lahiriah), juga memenuhi persyaratan hakikat (batiniah) salat. Mengingat salat adalah ibadah sangat penting dibanding ibadah yang lain. Sebagaimana firman Tuhan: "Bacalah apa-apa yang diwahyukan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran), dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan salat lebih utama daripada ibadah yang lain. Dan Allah maha mengetahui apa-apa yang kamu usahakan. (Al-Ankabut:45)." Selain itu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salat itu tiang agama. Siapa yang mendirikan salat, maka sungguh dia telah mendirikan agamanya. Dan siapa yang meninggalkan salat, maka sungguh dia telah meruntuhkan agamanya. (Hadis riwayat Muslim)." Sedangkan di akhirat kelak, salat adalah amal yang pertama kali dihitung di hadirat pengadilan Allah yang maha mulia. Bahkan menjadi indikator diterima atau ditolak seluruh amal kebaikan. "Amal yang pertama kali dihitung pada hari kiamat adalah salat. Apabila salatnya baik, maka seluruh amalnya menjadi baik. Apabila salatnya buruk, maka seluruh amalnya menjadi buruk. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)." en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title ENAM SYARAT BATIN SALAT KHUSYUK en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account