Abstract:
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan akan perencanaan keuangan dan penilaian investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji aspek keuangan syariah yang meliputi sumber modal, komponen biaya, penyusunan proyeksi keuangan, analisis titik impas (Break-Even Point), penilaian kelayakan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period, serta analisis sensitivitas. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Studi kasus dilakukan pada usaha pengolahan rotan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha tersebut layak untuk dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp85.204.644, IRR sebesar 14,5% yang lebih tinggi dari tingkat pengembalian yang diharapkan sebesar 11%, serta periode pengembalian modal selama 3 tahun 11 bulan. Selain itu, hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual maupun kenaikan biaya bahan baku. Dari perspektif syariah, usaha ini memenuhi prinsip kehalalan, keadilan dalam pembagian risiko dan keuntungan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan demikian, penerapan aspek keuangan syariah dalam penyusunan proyeksi dan penilaian kelayakan investasi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.