Abstract:
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia cukup cepat. Perkembangan ini didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan yang berbasis syariah dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan dan regulasi.
Setelah merger dari tiga bank syariah milik BUMN, BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI) diharapkan dapat memperkuat industri perbankan syariah nasional dan menjadi pusat ekonomi syariah di dunia.
Perusahaan tidak hanya diharuskan untuk menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari operasi mereka. Hal ini sejalan dengan konsep ESG (Environmental, Social, Governance), yang menekankan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Konsep bisnis berkelanjutan dalam perspektif Islam juga terkait dengan Maqasid Syariah, yaitu tujuan syariah yang terdiri dari menjaga agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al- aql), keturunan (hifz an-nasl), dan harta (hifz al-mal).
Melalui penerapan ESG dan Maqasid Syariah, BSI diharapkan menjadi lembaga keuangan yang menguntungkan secara ekonomi serta berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dan keberlanjutan lingkungan.