KONSTELASI HIJRAH MENCIPTAKAN PERSAUDARAAN DI NEGARA MADINAH SEBAGAI PERCONTOHAN MASYARAKAT GLOBAL

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-06-18T03:31:12Z
dc.date.available 2026-06-18T03:31:12Z
dc.date.issued 2026-06-11
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8893
dc.description.abstract Langkah pertama ini, ta'arruf (saling mengenal). Masyarakat harus saling mengenal, terutama di lingkungan dimana mereka berada. Makna ta'arruf yang diperluas ialah perkenalan warga se-desa hingga se-kota. Muhammad bin Abdullah mengidenfikasi mereka dengan sebutan ahlul-madinah (penduduk kota). Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hak untuk berdagang, berusaha, bertani. Intinya hak untuk hidup sejahtera dan bahagia. Disamping akses yang sama terhadap peluang pendidikan, kesehatan, politik dan kesejahteraan. Selain itu, memiliki kewajiban yang setara dalam merawat keutuhan negara Madinah, menjaganya dari serangan musuh, memelihara kepastian hukum dan merasa senasib-sepenanggungan sebagai umat (warga kota). en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title KONSTELASI HIJRAH MENCIPTAKAN PERSAUDARAAN DI NEGARA MADINAH SEBAGAI PERCONTOHAN MASYARAKAT GLOBAL en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account