ARTIKEL OPINI RAHASIA CAPAIAN LAILATUL QADAR MELALUI MEDAN UJIAN JIWA

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-04-15T06:30:41Z
dc.date.available 2026-04-15T06:30:41Z
dc.date.issued 2026-04-15
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8661
dc.description.abstract SEPULUH malam terakhir Ramadan merupakan momen tersendiri di relung hati kaum beriman. Betapa tidak, untuk meraih capaian kemuliaan lailatul qadar yang bernilai lebih baik daripada seribu bulan (82 tahun) diperlukan ilmu untuk membedah ketersembunyian dan membongkar rahasianya. Jaminan Tuhan tentang sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, keluarga, masa depan barkah (kebaikan), salamah (keselamatan), sa'adah (kebahagiaan) sampai menutup usia, dan membuka usia (terbit) fajar kehidupan setelah kematian terdapat pada catatan kepastian takdir berakurasi cermat dan berpresisi tepat (qadar). Membongkar rahasia lailatul qadar terdapat pada surah Al-Qadar. Secara implisit ialah kesanggupan menguak tabir fajar yang mengusir kegelapan. Awal fajar hidayah ialah akhir dari kesesatan. Hidayah berenergi kelembutan yang sanggup mengusir kekerasan. Sehingga orang yang mendapat nikmat lailatul qadar adalah mereka yang berhati lembut, bukan berhati kasar. Dalam kelembutan dari Allah, Allah menurunkan anugerah-Nya sampai hari kiamat kepada hamba-Nya. Perubahan karakter menjadi ciri utama bagi peraih malam kemuliaan. Tidak sebatas tenggelam dalam ritual, namun mempunyai kesadaran eksistensial. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI RAHASIA CAPAIAN LAILATUL QADAR MELALUI MEDAN UJIAN JIWA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account