| dc.description.abstract |
Syamsul Arifin, NIM 2214100680. “Internalisasi Nilai-Nilai
Pendidikan Islam Dalam Tradisi Yasinan Dan Shalawatan Oleh Masyarakat
Madura Nu Lulusan Pesantren Di Desa Sungai Malaya, Kabupaten Kubu
Raya”.
Penelitian ini bertujuan mengungkap mekanisme internalisasi nilai
nilai pendidikan Islam melalui tradisi Yasinan dan Shalawatan pada komunitas
Madura NU lulusan pesantren di Desa Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya.
Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritus keagamaan, tetapi juga sebagai
pranata sosial dan sarana pembelajaran nilai yang berlangsung lintas generasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Yasinan dan Shalawatan dilaksanakan secara
rutin setiap malam Jumat dan pada momen penting seperti haul, peringatan
hari besar Islam, atau syukuran keluarga. Tradisi ini memuat empat pokok
nilai: penguatan akidah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, dan
penguatan solidaritas sosial. Proses internalisasi nilai terjadi melalui tiga
tahap: transformasi nilai (pemberian pengetahuan dan makna), transaksi nilai
(partisipasi kolektif dan pembiasaan ibadah), serta transinternalisasi nilai
(terbentuknya kesadaran batin yang mewujud dalam perilaku religius,
disiplin, dan gotong royong). Temuan ini menegaskan bahwa tradisi Yasinan
dan Shalawatan berperan strategis sebagai media pendidikan nonformal,
menjaga identitas keagamaan, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat di
tengah arus modernisasi dan heterogenitas perantauan. |
en_US |