| dc.description.abstract |
Muhammad Zaini (12108031), Analisis Distribusi Program sedekah
Shubuh Organisasi Sedekah Shubuh Berbagi (SSB): Program Studi Manajemen
Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya ketepatan
sasaran serta belum optimalnya pengelolaan distribusi dan inventori bantuan
sembako dalam program go to sakin yang dilaksanakan oleh organisasi sedekah
shubuh berbagi di wilayah Jungkat, Kabupaten Mempawah. Organisasi sedekah
shubuh yang menghimpun dana melalui tabung celengan masyarakat donatur,
SSB memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,
namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala pada aspek penyaluran
dan pendataan penerima bantuan.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis efektivitas Kanal
distribusi yang digunakan organisasi dalam menyalurkan bantuan program go to
sakin; 2) untuk mengetahui pengelolaan inventori distribusi pada barang sembako
yang dihimpun dari hasil tabung celengan masyarakat; 3) untuk mengidentifikasi
penyebab ketidaktepatan sasaran dan merumuskan solusi strategis guna
meningkatkan akurasi distribusi program go to sakin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi yang berkaitan dengan proses penghimpunan dana, pembelian,
pengemasan, hingga penyaluran bantuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kanal distribusi go to sakin
menggunakan saluran distribusi langsung (direct channel), di mana organisasi
menyalurkan bantuan secara langsung kepada penerima tanpa melalui perantara;
2) pengelolaan inventori go to sakin dilakukan sederhana karena volume bantuan
relatif kecil dan distribusi bersifat periodik, barang bantuan tidak disimpan dalam
gudang khusus, melainkan menggunakan sistem penyimpanan sementara di
rumah pengurus sebelum didistribusikan; 3) penyebab ketidaktepatan sasaran dan
solusinya ialah kriteria penerima bantuan masih ditentukan secara sederhana dan
subjektif, data penerima bantuan diperoleh dari pihak eksternal tanpa verifikasi
menyeluruh di lapangan, tidak menggunakan data sosial ekonomi lalu solusinnya
yakni perlu penetapan kriteria penerima bantuan yang lebih jelas dan terukur,
melakukan survei lapangan sebelum distribusi sebagai bentuk evaluasi awal,
melakukan pembaruan data penerima bantuan secara berkala untuk
meminimalkan kesalahan inclusion dan exclusion |
en_US |