PERAN PENYULUH AGAMA NON PNS KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) PONTIANAK TIMUR DALAM UPAYA MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ma'u, Dahlia Haliah
dc.contributor.advisor Lusiana, Vinna
dc.contributor.advisor Hakim, Muhammad Lutfi
dc.contributor.advisor Wibowo, Arif
dc.contributor.author Naufal, Syarif adib
dc.date.accessioned 2026-03-13T02:14:57Z
dc.date.available 2026-03-13T02:14:57Z
dc.date.issued 2026-01-26
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8591
dc.description.abstract Syarif Adib Naufal (12012065). “Peran Penyuluh Agama Non PNS Kantor Urusan Agama (KUA) Pontianak Timur Dalam Upaya Membina Keluarga Sakinah”. Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) peran Penyuluh Agama Islam Non-PNS pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pontianak Timur dalam melaksanakan pembinaan keluarga sakinah; (2) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan penyuluhan; serta (3) dampak program pembinaan terhadap terwujudnya keluarga sakinah di masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dengan Kepala KUA dan para penyuluh, observasi langsung terhadap kegiatan bimbingan, serta dokumentasi terkait data perkawinan dan perceraian di Pontianak Timur. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan keabsahan temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penyuluh Agama Islam Non-PNS di KUA Pontianak Timur berperan strategis sebagai edukator, mediator, dan konsultan keluarga melalui bimbingan pranikah, penyuluhan majelis taklim, serta konseling mandiri. 2) Faktor pendukung keberhasilan meliputi sinergi lintas sektoral dan peningkatan kompetensi penyuluh, sementara hambatan utama terletak pada keterbatasan personil, luas wilayah jangkauan, serta resistensi privasi masyarakat. 3) Program ini berdampak signifikan pada peningkatan literasi keagamaan, perbaikan pola komunikasi keluarga, serta efektifitas mediasi dalam menekan angka KDRT dan perceraian di wilayah binaan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Penyuluh Agama Non-PNS en_US
dc.subject Keluarga Sakinah en_US
dc.subject Hukum Keluarga Islam en_US
dc.subject Pembinaan Keluarga en_US
dc.subject KUA Pontianak Timur en_US
dc.title PERAN PENYULUH AGAMA NON PNS KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) PONTIANAK TIMUR DALAM UPAYA MEMBINA KELUARGA SAKINAH en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account