| dc.description.abstract |
Gagah Ghaisan Atur Atman (NIM 12105030) dengan judul Komunikasi Antarbudaya dalam Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Desa Durian yang bersifat multikultural dan dihuni oleh berbagai etnis, seperti Jawa, Melayu, Dayak, dan Madura, yang memiliki perbedaan bahasa, nilai, serta gaya komunikasi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi antarbudaya dalam interaksi sosial masyarakat, mengidentifikasi bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi antarbudaya di lingkungan masyarakat desa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh masyarakat serta warga dari berbagai latar belakang etnis. Data dianalisis dengan menggunakan teori komunikasi antarbudaya, teori interaksi sosial, dan konsep multikulturalisme untuk memahami dinamika komunikasi yang terjadi di lapangan secara mendalam dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di Desa Durian berlangsung secara adaptif. Masyarakat cenderung menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam interaksi lintas etnis, disertai dengan penyesuaian intonasi, gaya bicara, dan sikap komunikasi sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Nilai-nilai lokal seperti toleransi, gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati menjadi faktor utama yang mendukung terjalinnya komunikasi antarbudaya yang efektif. Adapun hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi perbedaan gaya komunikasi dan adanya stereotip antar etnis, namun hambatan tersebut dapat diminimalisir melalui intensitas interaksi sosial, dialog terbuka, serta kesadaran akan pentingnya komunikasi lintas budaya.
Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan integrasi sosial masyarakat multikultural di Desa Durian. Secara khusus, keberhasilan komunikasi antarbudaya ditentukan oleh kemampuan adaptasi bahasa, sikap saling menghargai, serta penguatan nilai-nilai lokal yang berfungsi sebagai perekat hubungan sosial di tengah keberagaman budaya. |
en_US |