KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA DURIAN, SUNGAI AMBAWANG

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ibrahim, Ibrahim
dc.contributor.advisor Andrian, Bob
dc.contributor.advisor Gafallo, M. Fadhil Yarda
dc.contributor.advisor Habibi, Muhammad
dc.contributor.author ATMAN, GAGAH GHAISAN ATUR
dc.date.accessioned 2026-03-12T07:13:32Z
dc.date.available 2026-03-12T07:13:32Z
dc.date.issued 2026-02-25
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8589
dc.description.abstract Gagah Ghaisan Atur Atman (NIM 12105030) dengan judul Komunikasi Antarbudaya dalam Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Desa Durian yang bersifat multikultural dan dihuni oleh berbagai etnis, seperti Jawa, Melayu, Dayak, dan Madura, yang memiliki perbedaan bahasa, nilai, serta gaya komunikasi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi antarbudaya dalam interaksi sosial masyarakat, mengidentifikasi bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi antarbudaya di lingkungan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh masyarakat serta warga dari berbagai latar belakang etnis. Data dianalisis dengan menggunakan teori komunikasi antarbudaya, teori interaksi sosial, dan konsep multikulturalisme untuk memahami dinamika komunikasi yang terjadi di lapangan secara mendalam dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di Desa Durian berlangsung secara adaptif. Masyarakat cenderung menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam interaksi lintas etnis, disertai dengan penyesuaian intonasi, gaya bicara, dan sikap komunikasi sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Nilai-nilai lokal seperti toleransi, gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati menjadi faktor utama yang mendukung terjalinnya komunikasi antarbudaya yang efektif. Adapun hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi perbedaan gaya komunikasi dan adanya stereotip antar etnis, namun hambatan tersebut dapat diminimalisir melalui intensitas interaksi sosial, dialog terbuka, serta kesadaran akan pentingnya komunikasi lintas budaya. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan integrasi sosial masyarakat multikultural di Desa Durian. Secara khusus, keberhasilan komunikasi antarbudaya ditentukan oleh kemampuan adaptasi bahasa, sikap saling menghargai, serta penguatan nilai-nilai lokal yang berfungsi sebagai perekat hubungan sosial di tengah keberagaman budaya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Komunikasi Antarbudaya en_US
dc.subject Interaksi Sosial en_US
dc.subject Masyarakat Multikultural en_US
dc.subject Desa Durian en_US
dc.title KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA DURIAN, SUNGAI AMBAWANG en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account