| dc.description.abstract |
Penelitian ini membahas pemahaman mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Pontianak terhadap kata amanah dalam Surah An-Nisa ayat 58. Ayat tersebut menegaskan dua prinsip utama dalam etika Islam, yaitu kewajiban menunaikan amanat kepada yang berhak serta keharusan menegakkan keadilan dalam setiap keputusan. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap konsep amanah belum selalu sejalan dengan implementasinya dalam kehidupan akademik dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana mahasiswa IAT memahami makna amanah dalam QS. An-Nisa ayat 58, dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan pemahaman tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Living Qur’an, yang menelaah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dalam kehidupan nyata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan survei kepada dua belas mahasiswa IAT angkatan 2022. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu untuk membaca keterkaitan antara pemahaman mahasiswa dan latar sosial-keagamaan mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa IAT memiliki pemahaman yang beragam tentang makna amanah. Sebagian memahami amanah sebagai tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga dalam hubungan dengan Allah, diri sendiri, dan sesama. Sebagian lainnya menekankan penerapannya dalam konteks akademik, seperti kejujuran ilmiah, disiplin waktu, dan komitmen dalam menjalankan tugas. Variasi pemahaman ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan (pesantren maupun sekolah umum), pengalaman organisasi, kebiasaan beragama, serta lingkungan sosial kampus. Teori habitus menjelaskan bahwa keragaman tersebut terbentuk melalui internalisasi nilai keagamaan yang berbeda-beda pada setiap mahasiswa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap amanah tidak hanya dibentuk oleh pengetahuan tafsir, tetapi juga oleh pengalaman sosial dan religius yang mengkonstruksi cara mereka menafsirkan ayat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penguatan pendidikan nilai di lingkungan prodi IAT, khususnya dalam menumbuhkan integritas, keadilan, dan tanggung jawab sebagai wujud nyata dari nilai amanah dalam Al-Qur’an. |
en_US |