| dc.description.abstract |
Pawaidul Wiladina (12108018). Strategi Dakwah Terapi Qur’ani Dalam Mengembangkan Kedisiplinan di SMPIT Nurul Wahdah Kota Pontianak: Program Studi Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam (FDKI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Tahun 2025
Strategi dakwah Terapi Qur’ani dalam penelitian ini dipahami sebagai pendekatan dakwah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai media utama mengembangkan spiritual dan moral, Pendekatan ini berlandaskan sistem manajemen yang mumpuni sehingga dapat menjadi pendekatan yang efektif, strategi dakwah ini dinilai mampu untuk menenangkan jiwa, membersihkan hati dari sifat negatif, dan mengarahkan perilaku manusia menuju kedisiplinan, dengan tiga fokus penelitian yaitu: bagaimana penerapan strategi dakwah?, apa saja bentuk strategi dakwah nya?, dan apa faktor pendukung serta penghambat strategi ini?. strategi dakwah Terapi Qur’ani juga berkaitan erat dengan prinsip tazkiyah, tadabbur, ta’līm wa tarbiyah, dan istiqāmah sebagai landasan pembinaan akhlak, strategi ini juga mengaitkan dengan teori manajemen dasar POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara mendalam pelaksanaan strategi dakwah berbasis Terapi Qur’ani di lingkungan lembaga Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif, wawancara terstruktur, serta dokumentasi berbagai aktivitas pembinaan keagamaan. Seluruh data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan verifikasi keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memastikan kredibilitas, dependabilitas, dan objektivitas temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Terapi Qur’ani di SMPIT Nurul Wahdah Kota Pontianak menggunakan strategi dakwah yang efektif dalam mengembangkan kedisiplinan melalui proses membaca, menghafal, mendengarkan, serta melakukan tadabbur terhadap ayat-ayatnya, memadukan aspek spiritual, emosional, dan perilaku melalui interaksi langsung dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan bentuk strategi berupa dakwah bil lisan yaitu tahfidzul qur’an, bil hal yaitu muraja’ah dan bil hikmah yaitu Mabit. Faktor pendukung berupa dukungan lingkungan lembaga, serta faktor penghambat berupa distraksi di lingkungan eksternal. Pendekatan ini relevan untuk diterapkan pada lembaga Islam sebagai model pembinaan karakter yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian Manajemen Dakwah dan menjadi referensi bagi lembaga-lembaga Islam dalam merancang strategi pembinaan karakter berbasis nilai Qur’ani. |
en_US |