Abstract:
Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan sekaligus harapan besar untuk menggali
kembali hakikat Islam sebagai 'Napas Damai'. Di tengah dinamika zaman yang kian
kompleks, di mana perbedaan sering kali menjadi pemicu keretakan sosial, saya
memandang bahwa Islam bukan sekadar kumpulan ritual, melainkan sumber energi
spiritual yang harus mewujud dalam karakter yang kokoh namun inklusif. Di bumi
khatulistiwa yang multikultural ini, karakter yang berlandaskan nilai keadilan (‘adl),
kemanusiaan, dan toleransi (tasamuh) bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan
untuk memastikan perdamaian tetap lestari.