Abstract:
Istighfar yang dipanjatkan otomatis akan berdampak langsung terhadap kehidupan di
bumi. Sebab langit berisi catatan jalan takdir, langit berisi catatan rezeki. Penerapan keduanya
adalah di bumi. Sebelum takdir dan rezeki menjadi kenyataan bumi. Layak disambut, ditopang,
disangga dengan doa istighfar. Doa istighfar akan mengatur turun rahmat-Nya. Rahmat-Nya
ibarat wakil yang membawa pesan kualitas dan kuantitas sayang dari-Nya kepada bumi. Agar
langit tidak sebatas menurunkan hujan air, tapi berisi rahmat (ghaits). Supaya hembusan angin
yang memenuhi bumi bukan hanya semburan yang membawa bencana (puting-beliung),
namun angin yang membawa berita baik (busyra). Api yang diturunkan dari kawah matahari
menjadi hangat dan bermanfaat, bukan api yang membakar, membara, mengamuk,
menghanguskan, menyengat dan memberi mudarat. Demikian pula anasir tanah akan bekerja
ikhlas untuk melayani manusia. Pelayanan air, api, angin dan tanah memesankan kasih dan
sayang Tuhan supaya manusia hanya menyembah-Nya dengan penuh keikhlasan. "Mukhlisina
lahud-din" (ikhlas dalam beragama) maksudnya beriman dan beribadah dengan mengesakan
Nya. Jangan Dia dipersekutukan dengan sesuatu apa dan siapa jua.