Abstract:
SETIAP zaman mengusung watak dan sifat khasnya. Manusia yang hidup di era
industri 5.0, gejala penyakit datang mendadak. Sebagian bukan karena kekurangan gizi,
mungkin kelebihan gizi. Namun lambat laun, mereka merasa terasing dengan diri dan
lingkungan. Padahal hidup telah dikerumuni anak dan cucu, sahabat, kolega yang baik dan
ramah. Tetapi tetap merasa terasing, terbuang, terjatuh, terhina. Jiwa yang mudah frustasi
dengan lingkungan, berdampak kehilangan kepercayaan terhadap diri, orang sekitar dan
lingkungan pergaulan. Kadang lebih percaya kepada mitos daripada realitas. Terhipno dengan
yang instan, lalai berpikir kritis. Ingin cepat kaya tanpa proses, menjadi pemicu untuk
mengundang penyakit jasmani dan rohani. Gejala konversi ditemukan sebagai lumrah, bahkan
merambah pada wilayah keyakinan (agama). Berawal dari perasaan terbuang, terluka, dan
terhempas.