Abstract:
FENOMENA akhir tahun, marak organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berbeda
haluan dan berselisih pandangan. Menanda rapuhnya persatuan, robohnya persaudaraan, dan
musibah kesatuan intern, terkoyak toleransi sesama aktivis. Ada yang pecah dua, tiga, empat,
lima dengan menggunakan bendera dan logo organisasi yang sama. Apapun alibinya, persatuan
pasti membawa rahmat, perpecahan mengundang laknat. Saat arogansi sektoral yang bicara,
kepentingan politik dan ekonomi, memperbanyak jumlah pengikut yang akan memengaruhi
perolehan suara pemilih PEMILU yang akan duduk di parlemen. Untuk itu, adab dilanggar,
akhlak dibuang. Perilaku saling hujat menjadi sah, perilaku saling serang menjadi benar dan
pembenaran. Guna memperkokoh kedudukan dan memperteguh khittah (garis) perbedaan lalu
terpecah.