Abstract:
SESUAI dengan masanya, sejak dahulu teks-teks keagamaan selalu dipahami secara
harfiah (tekstual). Bukan mereka tidak cerdas, tapi sesuai dengan kecenderungan akal zaman.
Artinya, kontak antara teks suci, penulis, dan dunia budaya pembaca. Ketiganya terdapat
ketersambungan.