NILAI-NILAI ISLAM PADA PROSES TRADISI PERNIKAHAN SAYYID SYARIFAH KETURUNAN KERATON KADRIYAH PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show simple item record

dc.contributor.advisor Hermansyah, Hermansyah
dc.contributor.advisor Erwin, Erwin
dc.contributor.advisor Zaenuddin, Zaenuddin
dc.contributor.advisor Djarot, Muchammad
dc.contributor.author Zaenamella, Fhathimah
dc.date.accessioned 2025-09-03T06:37:35Z
dc.date.available 2025-09-03T06:37:35Z
dc.date.issued 2025-07-25
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7606
dc.description.abstract FHATHIMAH ZAENAMELLA. Nilai-Nilai Islam Pada Proses Tradisi Pernikahan Sayyid Syarifah Keturunan Keraton Kadriah Pontianak Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, 2025. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1). Bagaimana proses tradisi pernikahan Sayyid Syarifah keturunan Keraton Kadriah Pontianak; 2). Bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam tradisi pernikahan Sayyid Syarifah keturunan Keraton Kadriah Pontianak; 3) Bagaimana nilai-nilai Islam dalam pernikahan tersebut sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Keraton Kadriyah Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dengan sumber data Sayyid Syarifah yang sedang atau pernah menjalani proses perkawinan, tokoh agama setempat, dan perwakilan dari lingkungan keluarga keturunan Keraton Kadriyah Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Bagaimana proses tradisi pernikahan Sayyid Syarifah keturunan Keraton Kadriah Pontianak terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu pra-nikah, proses pernikahan, dan pasca-nikah. Pada tahapan pra-nikah, terdapat sembilan rangkaian adat istiadat yang dilaksanakan, yakni ngelamar (ngangen), balas kabar, ngantar tande, berek makan, buang-buang, berias, makan nasi adab, betangas dan bebedak, serta berinai. Pada tahapan proses pernikahan, dilakukan empat tradisi utama, yaitu ngarak penganten, serah terima barang hantaran, akad nikah, dan cucur air mawar. Sementara itu, pada pasca-nikah terdapat dua prosesi lanjutan, yaitu mandi-mandi penganten dan nyembah-nyembah, yang mengandung makna spiritual dan sosial, 2). Bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam tradisi pernikahan Sayyid Syarifah keturunan Keraton Kadriah Pontianak terdiri dari beberapa nilai yaitu Nilai Persatuan,Nilai Kekeluargaan, Nilai Kebersamaan, Nilai Solidaritas, dan Nilai Keberuntungan dan Harapan, 3) Bagaimana nilai-nilai Islam dalam pernikahan tersebut sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam yaitu Nilai Keimanan, Nilai Ibadah, dan Nilai Akhlak en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Nilai-nilai Islam en_US
dc.subject Tradisi Pernikahan en_US
dc.subject Pendidikan Agama Islam. en_US
dc.title NILAI-NILAI ISLAM PADA PROSES TRADISI PERNIKAHAN SAYYID SYARIFAH KETURUNAN KERATON KADRIYAH PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account