MERDEKA BELAJAR: Perspektif Pemikiran Pendidikan Islam Ki Hadjar Dewantara dan Soekarno

Show simple item record

dc.contributor.advisor Kurniawan, Syamsul
dc.contributor.advisor Aditya, Farninda
dc.contributor.advisor Atmaja, Dwi Surya
dc.contributor.advisor Djarot, Muchammad
dc.contributor.author Kalsum, Umy
dc.date.accessioned 2025-08-25T01:16:28Z
dc.date.available 2025-08-25T01:16:28Z
dc.date.issued 2025-08-01
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7492
dc.description.abstract UMY KALSUM. 11901256. MERDEKA BELAJAR: Perspektif Pendidikan Islam KI Hadjar Dewantara dan Soekarno. Skripsi. Pontianak. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep merdeka belajar dalam perspektif pemikiran pendidikan Islam menurut Ki Hadjar Dewantara dan Soekarno. Keduanya merupakan tokoh bangsa yang memiliki keprihatinan terhadap sistem pendidikan yang mengekang kebebasan berpikir dan melemahkan potensi manusia. Keduanya memandang bahwa pendidikan seharusnya membebaskan manusia dari belenggu ketertinggalan, penindasan, dan ketergantungan, sejalan dengan nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dan teknik analisis data systematic review. Adapun fokus kajiannya meliputi: (1) Konsep merdeka belajar menurut Ki Hadjar Dewantara dalam perspektif pendidikan Islam; (2) Konsep merdeka belajar menurut Soekarno dalam perspektif pendidikan Islam; (3) Persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya; serta (4) Relevansi gagasan tersebut dengan konteks kebijakan Merdeka Belajar masa kini. Berdasarkan analisis terhadap data-data yang peneliti temukan, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Ki Hadjar Dewantara menekankan pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan kodrat anak secara menyeluruh melalui pendekatan budaya dan budi pekerti. (2) Soekarno melihat pendidikan sebagai alat perjuangan untuk membentuk manusia Indonesia yang sadar politik, ideologis, serta religius. (3) Persamaan keduanya terletak pada tujuan pendidikan yang memerdekakan manusia secara lahir dan batin. Perbedaan utamanya ada pada fokus pendekatan: Ki Hadjar menitikberatkan pada aspek kultural dan etik, sedangkan Soekarno pada aspek perjuangan dan kesadaran kolektif. (4) Konsep merdeka belajar yang dikembangkan saat ini terbukti relevan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, khususnya dalam aspek tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Gagasan merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Soekarno merupakan refleksi filosofis yang selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam dan layak dijadikan landasan dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Merdeka Belajar en_US
dc.subject Pendidikan Islam en_US
dc.subject Ki Hadjar Dewantara en_US
dc.subject Soekarno en_US
dc.title MERDEKA BELAJAR: Perspektif Pemikiran Pendidikan Islam Ki Hadjar Dewantara dan Soekarno en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account