POTENSI SUMBER BELAJAR PAI PADA TRADISI MALAM TUJUH LIKUR DI DESA SINGARAYA, SEMPARUK, KABUPATEN SAMBAS

Show simple item record

dc.contributor.advisor Zaenuddin, Zaenuddin
dc.contributor.advisor Djarot, Muchammad
dc.contributor.advisor Hermansyah, Hermansyah
dc.contributor.advisor Kurniawan, Syamsul
dc.contributor.author Safriani, Zain
dc.date.accessioned 2025-02-20T02:50:57Z
dc.date.available 2025-02-20T02:50:57Z
dc.date.issued 2025-01-15
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/6020
dc.description.abstract SAFRIANI ZAIN, 11901134. Potensi Sumber Belajar PAI dalam Tradisi Malam Tujuh Likur di Desa Singaraya, Semparuk, Kabupaten Sambas. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak. 2024. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan kebaragaman. Keberagaman tersebut tercermin dalam berbagai budaya dan tradisi yang memiliki berbagai macam fungsi. Salah satunya tradisi Malam Tujuh Likur di Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas. Skripsi ini bertujuan untuk mengungkap: 1. Pelaksanaan tradisi Malam Tujuh Likur, 2. Bentuk potensi sumber belajar PAI melalui tradisi Malam Tujuh Likur, 3. Faktor yang menjadi peluang potensi sumber belajar PAI pada tradisi Malam Tujuh Likur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari tokoh agama, sesepuh desam dan orang tua. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, skripsi, dan sumber lainnya. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik komunikasi langsung dengan alat pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara untuk menganalisis data peneliti menggunakan analisis model interaktif. Hasil analisis mengungkapkan bahwa: 1. Tradisi Malam Tujuh Likur dilaksanakan rutin pada malam ke-27 Ramadan, yang terdiri dari berbagai persiapan dan tahapan, seperti; tilawatil Qur`an, ceramah, doa dan makan bersama, 2. Bentuk potensi sumber belajar PAI dalam tradisi tujuh likur, seperti: saling menghormati, tolong menolong, menjaga kebersihan, dan silaturrahmi, puasa dan zakat, serta aspek sosial dan kebudayaan, 3. Faktor yang menjadi peluang potensi sumber belajar PAI ada 3 macam, diantaranya; Keagamaan, memperdalam tentang ajaran Islam melalui pengajian dan ceramah agama. Kebudayaan, yaitu identitas budaya setempat (ciri khas) dengan landasan keagamaan, dan Sosial, yaitu memperkuat tali silaturrahmi antar masyarakat. Ketiga faktor yang disebutkan di atas, merupakan pelajaran wajib berciri khas Islam, seperti MI, MTS, MA, dan pendidikan setara lainnya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Potensi en_US
dc.subject Sumber Belajar en_US
dc.subject Tradis en_US
dc.subject Malam Tujuh Likur en_US
dc.title POTENSI SUMBER BELAJAR PAI PADA TRADISI MALAM TUJUH LIKUR DI DESA SINGARAYA, SEMPARUK, KABUPATEN SAMBAS en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account