dc.description.abstract |
Anis Muthoharoh, 12014046, Hubungan Persepsi Sosial Dengan
Pengambilan Keputusan Dalam Berpakaian Pada Mahasiswa Fakultas
Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak Angkatan 2021,
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2024.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses
pengambilan keputusan dengan aspek paling dominan dari persepsi sosial.
Selain itu penelitian ini juga ingin melihat apakah terdapat hubungan atau
tidaknya antara persepsi sosial dengan pengambilan keputusan dalam
berpakaian pada mahasiswa/I serta dinamika prosesnya.
Penelitian ini menggunakan mixed method, yang mana
menggabungkan kuantitatif dan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data
menggunakan skala likert dan wawancara. Responden dan subjek dalam
penelitian ini adalah mahasiswa/I FUAD IAIN Pontianak angkatan 2021
sebanyak 153 orang responden, dengan 3 orang subjek diantaranya. Teknik
analisis yang digunakan adalah uji koefisien korelasi menggunakan
software SPSS.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan
antara persepsi sosial dengan pengambilan keputusan dalam berpakaian
pada mahasiswa/I Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak
angkatan 2021. Dengan nilai rhitung sebesar 0,513 lebih besar dari nilai rtabel
0,159 pada taraf signifikansi sebesar 0,00. Dengan sumbangsih persepsi
sosial dalam menjelaskan pengambilan keputusan dalam berpakaian sebesar
26.4%. Proses pengambilan keputusan dimulai dengan menentukan
masalah, lalu ketiga subjek menyesuaikan permasalahan tersebut dengan
keinginan pribadi sehingga dapat memutuskan untuk memilih cara
berpakaian yang akan dikenakan. Dengan aspek paling dominan dari
persepsi sosial dalam berpakaian adalah aspek psikologis. Subjek F
memasukkan unsur agama untuk menetralkan masalah yang dialami dan
mencoba mengamati sekitarnya untuk memutuskan pilihannya dalam
berpakaian. Subjek W berusaha menyesuaikan cara berpakaiannya dengan
aturan kampus dan menjaga cara berpakaiannya serta adabnya ketika berada
di luar kampus untuk meminimalisir masalah yang akan dialami.
Kegemarannya terhadap pakaian membuat subjek I mudah menyesuaikan
tren berpakaian dengan aturan agama, sehingga keputusannya memilih satu
cara berpakaian diharapkan dapat mengurangi pandangan negatif tentang
dirinya yang mengutamakan aturan agama. |
en_US |