INTERAKSI CINA – MELAYU DI KALIMANTAN BARAT: Eksplorasi Kearifan Tradisi Sosial Keberagamaan di Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya

Show simple item record

dc.contributor.author Atmaja, Dwi Surya
dc.contributor.author Kurnanto, M. Edi
dc.date.accessioned 2023-04-12T04:36:55Z
dc.date.available 2023-04-12T04:36:55Z
dc.date.issued 2017
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/2711
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk menggali Kearifan Sosial Keberagamaan yang telah mentradisi dalam wujud “Toleransi” etnis Deutro Melayu Kalimantan Barat terhadap etnis Cina. Diharapkan, tradisi toleransi antar etnis ini dapat melembutkan ethnical prejudice bahkan melerai potensi gesekan yang mengeskalasi akibat dominasi ekonomi etnis Cina yang kemudian semakin mengkhawatirkan ketika ranah politik nasional juga semakin vulgar. Dalam skala global, ekspansi ekonomi“the Giant RRC” di satu sisi dan issue “the Great China Empire” juga meningkatkan urgensi untuk memunculkan kearifan interaksi para pihak. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat merekomendasikan kearifan yang sudah mentradisi guna pmeredakan eskalasi ketegangan interaksi sosial politik dan agama yang belakangan ini terpersepsikan sebagai ancaman desintegrasi nasional bahkan global Sumber data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini terdiri atas entitas etnis Deutro Melayu dan etnis Cina Teluk Pakedai. Strategi pengumpulan data yang berbasis Purposive Sampling ini adalah dengan mempertimbangkan dua lingkar key informan. Lingkar prtama adalah lingkar terdekat (epicentrum) dengan sumber kearifan yang dalam penelitian ini terdiri atas lingkar terekat dari sosok Guru H. Ismail Mundu (Deutro Melayu) dan Yayasan (Cina). Lingkar kedua adalah key infor|man peripheral. Sebagai pembanding, key informan yang berada di luar subyek penelitian, yakni etnis Madura juga ikut dibidik. Data yang berhasil dikumpulkan melalui in-depth interview, observasi dan dokumentasi dianalisis dengan menggunakan pendekatan bahasa, Sosiologi dan Anthropologi Agama. Data tersebut kemudian diolah dalam format siklus normatif kualitatif (seleksi, reduksi dan verifikasi) guna disajikan dalam klasifikasi tematik, sejalan dengan fokus dan pertanyaan-pertanyaan penelitian. Berdasarkan data lapangan dapat disimpulkan bahwa karakteristik teologis Guru H. Ismail Mundu yang ramah, terbuka dan tidak suka keributan mampu bersimbiosis dengan karakteristik teologi etnis Cina yang relatif sama. Sedemikian ertatnya hubungan timbal balik lintas etnis yang mewujud di Teluk Pakedai ini sehingga ditemukan fenomea unik, yakni penghormatan dan penghargaan etnis Cina yang Kong Hu Cu dalam bentuk memajang photo Sang Guru di tempat yang sama dengan shrine (Phe Kong) pemujaan di rumah-rumah. Adapun potensi alamiah konflik selalu berhasil diredam melalui “kesegeraan” dan “kesahajaan” yang ternyata amat fungsional. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Boo Kit (Bugis) en_US
dc.subject Guru en_US
dc.subject kesamaan en_US
dc.subject kebersamaan en_US
dc.subject understanding en_US
dc.subject tolerance en_US
dc.subject agama en_US
dc.title INTERAKSI CINA – MELAYU DI KALIMANTAN BARAT: Eksplorasi Kearifan Tradisi Sosial Keberagamaan di Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya en_US
dc.type Laporan en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account