PERGESERAN MAKNA PADA TRADISI ARI-ARI DALAM ADAT JAWA DI DESA SUNGAI KERAWANG, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT

Show simple item record

dc.contributor.advisor Hidayat, Samsul
dc.contributor.advisor Wahyudhi, Syukron
dc.contributor.advisor Elmansyah, Elmansyah
dc.contributor.advisor Abdullah, Abdullah
dc.contributor.author IHKSAN, NUR
dc.date.accessioned 2026-02-09T07:09:55Z
dc.date.available 2026-02-09T07:09:55Z
dc.date.issued 2026-01-26
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8444
dc.description.abstract NUR IHKSAN (12213004), Pergeseran Makna pada Tradisi Ari-ari dalam Adat Jawa di Desa Sungai Kerawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA), Program Studi Studi Agama-Agama, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1). Bentuk pergeseran makna yang terjadi pada praktik tradisi ari-ari dalam masyarakat Jawa di Desa Sungai Kerawang; 2). Faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan terjadinya pergeseran makna tersebut; 2).Dampak pergeseran makna tradisi ari-ari terhadap kehidupan beragama dan identitas budaya masyarakat adat Jawa di Desa Sungai Kerawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori Ralph Linton tentang perubahan budaya digunakan sebagai teori utama, serta didukung oleh teori Interelasi Agama dan Budaya (Samsul Hidayat) dan Teori Perubahan Sosial Soerjono Soekanto. Sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, generasi tua, dan generasi muda masyarakat Jawa setempat. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dokumen desa, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan pengabsahan data melalui triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan: 1). Terjadi pergeseran makna dari tradisi ari-ari yang awalnya sarat simbol dan unsur ritual seperti penggunaan damar, bunga tujuh rupa, batok kelapa, dan doa adat, menjadi praktik sederhana yang menekankan kebersihan dan doa secara Islami; 2). Faktor yang memengaruhi pergeseran makna meliputi: meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, pendidikan formal, modernisasi dan teknologi, serta perubahan sosial-ekonomi yang menuntut cara hidup lebih praktis; 3). Dampak pergeseran makna terlihat pada berkurangnya nilai kebersamaan dan simbol budaya Jawa, namun di sisi lain memperkuat nilai keagamaan, kesadaran tauhid, serta pemaknaan tradisi sebagai bentuk syukur dan doa dalam perspektif Islam. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Tradisi Ari-ari en_US
dc.subject Kebudayaan Jawa en_US
dc.subject Budaya Masyarakat en_US
dc.subject Tradisi Ari-ari Adat Jawa Perantauan en_US
dc.title PERGESERAN MAKNA PADA TRADISI ARI-ARI DALAM ADAT JAWA DI DESA SUNGAI KERAWANG, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account