Abstract:
NUR IHKSAN (12213004), Pergeseran Makna pada Tradisi Ari-ari dalam Adat Jawa di Desa Sungai Kerawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA), Program Studi Studi Agama-Agama, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1). Bentuk pergeseran makna yang terjadi pada praktik tradisi ari-ari dalam masyarakat Jawa di Desa Sungai Kerawang; 2). Faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan terjadinya pergeseran makna tersebut; 2).Dampak pergeseran makna tradisi ari-ari terhadap kehidupan beragama dan identitas budaya masyarakat adat Jawa di Desa Sungai Kerawang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori Ralph Linton tentang perubahan budaya digunakan sebagai teori utama, serta didukung oleh teori Interelasi Agama dan Budaya (Samsul Hidayat) dan Teori Perubahan Sosial Soerjono Soekanto. Sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, generasi tua, dan generasi muda masyarakat Jawa setempat. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dokumen desa, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan pengabsahan data melalui triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan: 1). Terjadi pergeseran makna dari tradisi ari-ari yang awalnya sarat simbol dan unsur ritual seperti penggunaan damar, bunga tujuh rupa, batok kelapa, dan doa adat, menjadi praktik sederhana yang menekankan kebersihan dan doa secara Islami; 2). Faktor yang memengaruhi pergeseran makna meliputi: meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, pendidikan formal, modernisasi dan teknologi, serta perubahan sosial-ekonomi yang menuntut cara hidup lebih praktis; 3). Dampak pergeseran makna terlihat pada berkurangnya nilai kebersamaan dan simbol budaya Jawa, namun di sisi lain memperkuat nilai keagamaan, kesadaran tauhid, serta pemaknaan tradisi sebagai bentuk syukur dan doa dalam perspektif Islam.