Abstract:
Faisal Al-Banjari, Transformasi Kurikulum Pendidikan Agama
Islam (PAI) dalam Menghadapi Era Digital di SMP Islam
Ashabul Kahfi: Program Studi Magister Pendidikan Agama
Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak Tahun 1446
H/2025 M.
Penelitian ini mengkaji transformasi kurikulum Pendidikan
Agama Islam (PAI) di SMP Islam Ashabul Kahfi dalam menghadapi
tantangan dan peluang era digital. Fokus kajian meliputi bentuk,
proses, dampak, tantangan, serta peluang kurikulum digital dalam
mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai
keislaman. Tujuannya adalah memahami kontribusi kurikulum
tersebut terhadap literasi keagamaan, sikap spiritual, dan kesiapan
siswa menghadapi perubahan zaman. Data diperoleh melalui
observasi lapangan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah,
Pak Juraji, guru-guru PAI di SMP Islam Ashabul Kahfi, seperti Pak
Kholil, Pak Nasir dan Ibu umamah.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan studi kasus, melalui observasi langsung, wawancara
semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan
Teknik analisis data menggunakan, Kondensasi data, yakni
menyaring dan menyederhanakan informasi menjadi bentuk
terstruktur, sehingga pola dan makna utama mudah diidentifikasi.
Penarikan kesimpulan melalui triangulasi untuk menjamin
keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi
kurikulum mencakup perubahan isi, integrasi teknologi digital, serta
penyesuaian tujuan pendidikan agar relevan dengan kebutuhan abad
ke-21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum
PAI bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga menyentuh
cara pandang pendidikan. Pembelajaran yang dulu satu arah kini
berubah menjadi lebih interaktif, kerja sama, dan sesuai dengan
kehidupan nyata. Guru berperan sebagai pembimbing,
xi
sedangkan siswa didorong untuk belajar mandiri dan berpikir kritis.
Kurikulum digital ini terbukti membantu meningkatkan kemampuan
literasi digital, kreativitas guru, keterlibatan orang tua, serta
pembentukan karakter Islami. Dengan begitu, kurikulum PAI digital
tidak hanya sebagai alat teknologi, tetapi juga sebagai sarana
dakwah yang menyatukan nilai Islam dengan kemajuan zaman
secara mendidik.