Abstract:
EMA ALDA SARI (12101228). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam
Memperbaiki Akhlak Siswa SMP Negeri 16 Kelas IX Di Pontianak. Skripsi:
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi akhlaq siswa yang kurang
kedisiplinan, dan tanggung jawab. Selain itu, adanya pengaruh lingkungan, teman
sebaya, serta penggunaan media massa turut menjadi faktor yang memengaruhi
perkembangan akhlaq siswa. Situasi ini menuntut guru PAI untuk menjalankan
perannya secara optimal dalam membina, mendidik, serta mengarahkan siswa agar
memiliki akhlaq yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian
Adalah untuk menganalisis peran guru pendidikan agama Islam dalam
memperbaiki akhlaq siswa kelas IX SMPN 16 Pontianak. Menganalisis faktor
pendukung dan penghambat upaya guru PAI dalam memperbaiki akhlaq siswa
kelas IX SMPN 16 Pontianak.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan deskriptif,
subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di Sekolah
menengah pertama Negeri 16 Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan
berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. kepala guru PAI serta beberapa
siswa yang menjadi sumber informasi peneliti. Adapun teknik analisis data yang
digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik
kabsahan data yang digunakan adalah triagulasi sumbar, triangulasi teknik dan
triagulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting
dalam memperbaiki akhlaq siswa melalui berbagai upaya yaitu peran sebagai
pemimpin guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian teori agama di dalam
kelas, tetapi juga mengarahkan siswa untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam
sikap dan perbuatan. Guru PAI juga menjadi teladan dalam hal ibadah dan
kedisiplinan waktu serta guru PAI berperan penting dalam menyediakan berbagai
sarana yang menunjang kegiatan pembelajaran akhlak dan guru PAI sebagai
evaluator memiliki pengaruh yang sangat besar dalam meningkatkan akhlaq siswa
dengan memberikan dorongan moral, nasihat, serta keteladanan nyata, guru mampu
membangkitkan motivasi siswa untuk berperilaku baik. Adapun faktor
pendukungnya adalah tingkat keaktifan orang tua dalam berkomunikasi dan bekerja
sama dengan pihak sekolah. Sedangkan faktor penghambat berasal dari teman
sebaya dan media massa, yang keduanya memiliki peran besar dalam membentuk
pola pikir, sikap, serta kebiasaan siswa di usia remaja.