Abstract:
AIDIL SAPUTRA, (12201012), Pengaruh Integrasi Pendidikan Karakter
Multikultural dengan Model VCT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
pada Kurikulum Merdeka terhadap Sikap Toleransi Siswa Kelas 5 SD Negeri 03
Pontianak Selatan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi keberagaman budaya, agama,
dan sosial masyarakat Indonesia yang menuntut pendidikan untuk mampu
menumbuhkan sikap toleransi siswa sejak dini. Pendidikan karakter multikultural
dan pembelajaran PAI berperan penting dalam membentuk sikap saling
menghargai, empati, dan penghormatan terhadap perbedaan. Namun, realitas di
sekolah menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi belum terinternalisasi secara
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) sikap toleransi siswa kelas
kontrol yang tidak mendapatkan integrasi pendidikan karakter multikultural; (2)
sikap toleransi siswa kelas eksperimen setelah diterapkan integrasi pendidikan
karakter multikultural dengan model VCT; (3) pelaksanaan pembelajaran PAI
berbasis pendidikan karakter multikultural melalui model VCT; dan (4) pengaruh
integrasi pendidikan karakter multikultural dengan model VCT terhadap sikap
toleransi siswa kelas 5 SD Negeri 03 Pontianak Selatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi
experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian
ialah seluruh siswa kelas V SDN 03 Pontianak Selatan, sedangkan sampel
berjumlah 60 siswa yang terdiri dari kelas VA sebagai kelas kontrol dan VB sebagai
kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Instrumen penelitian meliputi angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data terdiri atas uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji
normalitas, uji homogenitas, dan uji t menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sikap toleransi siswa kelas kontrol
meningkat dari rata-rata angket sikap toleransi sebelum pembelajaran 37 (61%)
menjadi 44 (73%) pada angket setelah pembelajaran; (2) sikap toleransi kelas
eksperimen meningkat signifikan dari rata-rata angket sikap toleransi sebelum
pembelajaran 47 (77%) menjadi 55 (92%) pada angket setelah pembelajaran; (3)
pelaksanaan pembelajaran berbasis integrasi pendidikan karakter multikultural
dengan model VCT berada pada kategori Efektif dengan skor observasi 3,80; dan
(4) hasil uji t menunjukkan nilai Sig. angket 0,022 (< 0,05) dan Sig. observasi 0,018
(< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari integrasi pendidikan
karakter multikultural melalui model VCT terhadap sikap toleransi siswa.