Abstract:
NATASYA CAMELAWATY, NIM. 22341002, Revitalisasi Ruang
Publik Masjid Sebagai Media Pendidikan Islam Generasi Z:
Studi Kasus Masjid Ismuhu Yahya Pontianak (Perspektif
Teori Strukturasi Anthony Giddens). Tesis. Program Studi
Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
mengetahui serta
menganalisis revitalisasi ruang publik masjid sebagai media
pendidikan Islam generasi Z. Latar belakang penelitian didasari oleh
menurunnya fungsi masjid sebagai ruang publik yang tidak hanya
berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai media
pendidikan Islam. Masjid Ismuhu Yahya Pontianak dipilih sebagai
lokasi penelitian karena walaupun terletak di daerah minoritas
muslim, tetapi memiliki program-program yang berupaya
merevitalisasi peran masjid.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis studi kasus. Lokasi penelitian di Masjid Ismuhu Yahya
Pontianak. Subjek penelitian yaitu pengelola masjid dan generasi Z.
Objek penelitian yaitu revitalisasi ruang publik masjid untuk
pendidikan Islam generasi Z. Teknik pengumpulan data diperoleh
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis
data yakni menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Masjid Ismuhu
Yahya berhasil merevitalisasi perannya sebagai ruang publik
pendidikan Islam dengan cara menghadirkan program-program
inovatif seperti Ngaji Bahagia, Satnite Series, dan Khuttab yang
dikemas sesuai kebutuhan generasi Z tanpa mengubah nilai-nilai
keislamannya. 2) Peran pengelola dalam mendinamiskan ruang
publik masjid yaitu sebagai inisiator program dan fasilitator yang
memberi ruang serta dukungan bagi aktivitas generasi Z. Generasi Z
sebagai penggerak program dengan kreativitas. 3) Penerapan
xiii
struktur dalam merevitalisasi ruang publik masjid yaitu struktur
signifikan, struktur dominasi dan struktur legitimasi. Struktur
signifikan berkaitan dengan pemaknaan seseorang terhadap masjid,
struktur dominasi berkaitan dengan kekuasaan dalam pengambilan
keputusan dan struktur legitimasi berkaitan dengan aturan-aturan
yang ada disekitar masjid. 4) Hambatan struktural dan budaya justru
menjadi bagian dari proses revitalisasi antara struktur dan agen yang
melahirkan bentuk baru ruang publik masjid yang lebih relevan
dengan kebutuhan zaman.