TRADISI FENDRE TOJANG PADA MASYARAKATBUGIS DI TELUK PAKEDAI HULU KUBURAYA PERSPEKTIF ‘URF

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ardiansyah, Ardiansyah
dc.contributor.advisor Anggriana, Anggita
dc.contributor.advisor Marluwi, Marluwi
dc.contributor.advisor Qamaruzzaman, Qamaruzzaman
dc.contributor.author Suryana, Suryana
dc.date.accessioned 2025-12-30T09:21:51Z
dc.date.available 2025-12-30T09:21:51Z
dc.date.issued 2025-12-30
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7957
dc.description.abstract Suryana (12112038). “Tadisi Fendre Tojang Pada Masyarakat Bugis Di Teluk Pakedai Hulu Kubu Raya Perspektif ‘Urf ”: Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2025. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi Fendre Tojang pada masyarakat Bugis di Teluk Pakedai Hulu Kubu Raya Perspektif ‘Urf ; 2) Bagaimana tradisi Fendre Tojang pada masyarakat Bugis di Teluk Pakedai Hulu Kubu Raya Perspektif ‘Urf. Penelitian ini mengguanakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian field reserch (lapangan) dengan pendekatan empiris normatif, sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan skunder, yaitu: 1) sumber primer ialah masyarakat yang pernah melaksanakan tradisi Fendre Tojang dan Sandro; 2) sumber sekunder ialah buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulam. Hasil penelitian menyimpulkan; 1) pelaksanaan tradisi Fendre Tojang meliputi; barzanji, gunting rambut, cium-cium bayi, penyajian hidangan, buang- buang, berayun, dan makan dalam kelambu; 2) Tradisi Fendre Tojang dikategorikan sebagai ‘Urf Sahih, karena pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat, sehingga tradisi ini dilestarikan di kalangan masyarakat muslim. Meski demikian, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa unsur kemudharatan seperti membuang-buang makanan, dan kepercayaan terhadap Sandro (dukun), dapat menggeser tradisi menjadi fasid, oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian tradisi ini dengan tetap menjaga syariat, perlu dilakukan upaya pelurusan terhadap unsur-unsur yang mengandung fasid, dan sebaiknya lebih menekankan pada nilai kesahihannya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Fendre Tojang en_US
dc.subject Bugis en_US
dc.subject Tradisi en_US
dc.subject ‘Urf en_US
dc.title TRADISI FENDRE TOJANG PADA MASYARAKATBUGIS DI TELUK PAKEDAI HULU KUBURAYA PERSPEKTIF ‘URF en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account