Abstract:
Suryana (12112038). “Tadisi Fendre Tojang Pada Masyarakat Bugis Di
Teluk Pakedai Hulu Kubu Raya Perspektif ‘Urf ”: Fakultas Syariah Prodi Hukum
Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Pontianak 2025.
Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi
Fendre Tojang pada masyarakat Bugis di Teluk Pakedai Hulu Kubu Raya Perspektif
‘Urf ; 2) Bagaimana tradisi Fendre Tojang pada masyarakat Bugis di Teluk Pakedai
Hulu Kubu Raya Perspektif ‘Urf.
Penelitian ini mengguanakan metode penelitian kualitatif dengan jenis
pendekatan penelitian field reserch (lapangan) dengan pendekatan empiris
normatif, sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan skunder,
yaitu: 1) sumber primer ialah masyarakat yang pernah melaksanakan tradisi Fendre
Tojang dan Sandro; 2) sumber sekunder ialah buku, jurnal, dan artikel yang
berkaitan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data
ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis
data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulam.
Hasil penelitian menyimpulkan; 1) pelaksanaan tradisi Fendre Tojang
meliputi; barzanji, gunting rambut, cium-cium bayi, penyajian hidangan, buang-
buang, berayun, dan makan dalam kelambu; 2) Tradisi Fendre Tojang
dikategorikan sebagai ‘Urf Sahih, karena pelaksanaannya tidak bertentangan
dengan syariat, sehingga tradisi ini dilestarikan di kalangan masyarakat muslim.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa unsur kemudharatan
seperti membuang-buang makanan, dan kepercayaan terhadap Sandro (dukun),
dapat menggeser tradisi menjadi fasid, oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian
tradisi ini dengan tetap menjaga syariat, perlu dilakukan upaya pelurusan terhadap
unsur-unsur yang mengandung fasid, dan sebaiknya lebih menekankan pada nilai
kesahihannya.